LSM PEKAT Desak Kepihak Kontraktor Proyek Doble Traeck Kereta Api Untuk Realisasikan AMDAL

0
78
Bandung, Newshunter307.com- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pembela Kesatuan Tanah Air (PEKAT) mendatangi Kantor Satker Proyek Doble traeck KAI, di Jalan Stasiun Rancaekek Desa Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek Kabupeten Bandung Jawa Barat. Senin 14/11/2022
Dalam acara audensi tersebut, dihadiri Muspika Kecamatan Rancaekek, Kepala Desa Rancekek Wetan, tokoh Masyarakat, serta beberapa perwakilan dari LSM PEKAT.
Kehadiran para LSM PEKAT diterima oleh perwakilan dari Satker Jalur Ganda, Muspika (Polsek, Koramil, Kecamatan Rancaekek, Kades Rancaekek Wetan) kontraktor, Konsultan dan warga sekitar stasiun Rancaekek. Begitu juga dalam audensinya LSM PEKAT mengusulkan kepada pihak pelaksana pembangunan jalur ganda/Doble traeck Kereta Api Indonesia (KAI) agar dapat merealisasikan aturan Analisa dampak lingkungan (AMDAL) yang timbul menjadi dampak terhadap lingkungan sekitar.
LSM PEKAT dan perwakilan warga Desa Rancaekek Wetan sedang audensi dikantor satker Proyek jalur ganda/doble traeck KAI.
Salah satu Perwakilan Warga Desa Rancaekek Wetan, Ris Deni, menyampaikan dalam audensinya, Kami mewakili masyarakat Desa Rancaekek Wetan sekaligus warga yang terdampak oleh proyek pembangunan doble traeck KAI, menyampaikan kepada pihak pelaksana untuk memperhatikan dampak terhadap lingkungan terdekat, ucapnya.
Harapan kami dan warga dengan melakukan audensi ini kepihak kontraktor untuk minta melaksanakan aturan AMDAL, diantaranya pebaikan saluran air di sekitar wilayah kegiatan proyek agar tidak menimbulkan dampak luapan dan genangan air yang mengakibatkan terjadi dampak kepada lingkungan terdekat “harapnya”
Disampaikan pula oleh Deni Setiawan selaku ketua PAC LSM PEKAT, sudah sejauh mana pihak kontraktor melaksanakan AMDAL terhadap lingkungan sekitar proyek tersebut..?
“Kalau seandainya pihak pelaksana sudah melaksanakan aturan analisa dampak lingkungan tidak mungkin terjadi dampak yang menimbulkan keluhan bagi warga sekitar”. Ujarnya
Maka dari itu kami LSM PEKAT yang mewakili warga meminta kepada pihak kontraktor untuk merealisasikan beberapa poin yang disampaikan kepada pihak pelaksana proyek, diantaranya :
1. Warga memohon kepada pihak pelaksana proyek untuk membuat drainase saluran air sebagai antisipasi terjadi banjir parah.
2. Warga dan LSM PEKAT memohon mengajukan untuk penanganan dampak sosial yang berkelanjutan. Paparnya
Tata Kepala Desa Rancaekek Wetan, menyampaikan dalam acara audensinya, Untuk mengantisifasi terjadi banjir dan genangan air terhadap lingkungan masih ada beberapa saluran draenase aliran airnya masih tersendat, sehingga terjadi luapan air ke wilayah lingkungan terdekat.
Oleh karena itu lanjut Tata, kami minta pihak pelaksana dan konsultan untuk langsung mengecek sekarang ke lokasi yang menjadi terjadinya luapan air ke warga ataupun jalan umum. Pintanya
Pihak pelaksana dan konsultan bersama warga dan Muspika sedang mengecek saluran air yang jadi permasalahan timbulnya dampak banjir terhadap warga
Selanjutnya para perwakilan Kontraktor dan warga yang didampingi muspika mengecek kelapangan yang diduga saluran air disekitar proyek yang belum diperbaiki oleh pihak pelaksana,
Disampaikan pula oleh Sumanto salah satu perwakilan dari PT. Surya Anisa selesai mengecek ke lokasi, Sebetulnya kami sudah melaksanakan sebagai mana aturan amdal kami sudah laksanakan seperti perbaikan draenase saluran air disebelah selatan pembangunan revitulasi Station, namun untuk sebelah utara ini menjadi dampak kepada warga sekitar, kami akan segera memperbaiki saluran air itu, Ucapnya
“Walaupun saluran itu diluar pkerjaan proyek revitulasi Station kami akan segera kerjakan, karena setahu saya itu masih kewenangan pihak PU”. Pungkas Sumanto
(Tim Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini