Bukaan Lahan di Desa Sianggunan Kecamatan Sosopan, Komisi B DPRD Padang Lawas Gelar RDP

0
14

Padang Lawas, newshunter307.com – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Padang Lawas (Palas) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Masyarakat Kecamatan Sosopan Kabupaten Palas, terkait bukaan lahan di Desa Sianggunan, Rabu (28/7/21) yang dipimpin Wakil Ketua II DPRD Sahrun Hasibuan yang juga Kordinator Komisi B.

Hadir juga di ruang rapat paripurna DPRD Ketua Komisi B H.Fahmi Anwar Nasution ST, dan Anggota DPRD Dapil II diantaranya H Puli Parisan Lubis Lc, Romi Parmonangan Nasution, H Lokot Nasution, Maraganti Hasibuan dan Raja Aslin Sinaloan Lubis , serta sejumlah tokoh masyarakat, Mahasiswa.

Ada juga hadir Asisten I Pemerintahan dan Kesra H Panguhum Nasution MAP, Kabag Hukum Agussalim Saputra Daulay SH, dan mewakili Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ramlan S.Hut, camat Sosopan Maralohot Siregar, Kepala desa sianggunan Raja Sahnan Nasution, Kepala Desa Siundol Julu Muallim Hasibuan, Kepala Desa Hutabargot Irpan Syukri Daulay, Mantan Kepala Desa Aek Bargot Marahamat Nasution dan Tokoh Masyarakat Sosopan H.Guntur Daulay. Namun yang sangat disayangkan, pihak Perusahaan CV Mutiara Batang Toru tidak hadir, dan Pihak Kepolisian tidak diundang.

RDP ini adalah tindak lanjut penolakan masyarakat, seiring aksi unjuk rasa ke DPRD terkait pembukaan lahan berkisar 400 hektar tersebut. Dengan dalih pembukaan lahan kopi hybrida pola plasma, ke depan dampaknya diyakini sangat merusak. Dan dianggap membuka peluang perambahan hutan oleh Mahasiswa dan Masyarakat.

Dan sejauh ini, belum ada dokumen atau ijin yang disampaikan ke pemkab palas. Bahkan setingkat camat, tak tahu menahu terkait pembukaan lahan baru tersebut.

“Saya tidak tahu tentang itu, saya tahunya pas ada demo di medan dan DPRD Palas,” ujar Camat Sosopan Maralohot Siregar.

“Sejauh ini belum ada surat ataupun dokumen yang masuk sama kita,” tambah Panguhum Nasution, Asisten I Pemerintahan dan Kesra didampingi Kabag Hukum Agussalim Saputra Daulay.

Sementara Pengakuan kepala desa sianggunan Raja Sahnan Nasution, bahwa bukaan lahan itu baru rencana, baru sebatas pembukaan jalan. Titik lahan, belum ada disentuh. Sedang aktifitas keluar kayu, itu merupakan hak warga yang memiliki lahan sendiri.

“Kalau masyarakat mengambil kayu dilahannya, mana bisa kita larang,” jelas Raja Sahnan Nasution.

Zainal Abidin Hasibuan dan Mahasiswa Andrew Amanah Hasibuan menyebut fakta-fakta alat berat ada dilapangan, juga pengakuan kepala desa, termasuk keluarnya kayu dari daerah tersebut, bisa dijadikan dasar untuk menindaklanjuti, belum lagi sering keluar Mobil Colt diesel bermuatan kayu Glondongan, itu darimana asalnya kalau bukan dari lokasi perambahan tersebut.

“Mari kita sama-sama cek ke lapangan,” sebut Zainal dengan tegas.

DPRD melalui Wakil Ketua Sahrun Hasibuan dan  ketua Komisi B H.Fahmi Anwar Nasution ST sepakat akan turun ke lapangan meninjau langsung giat pembukaan lahan tersebut.

“Jum’ at (30/7/21) kita akan turun, kepala desa Sianggunan sebagai penunjuk jalan,” kata Sahrun Hasibuan.

Pantauan Mataperistiwa.id, Kegiatan RDP tersebut sudah mulai ada titik terang dan akan dilanjutkan dengan peninjauan ke lokasi bersama Pemerintah, DPRD, Tokoh Masyarakat dan Mahasiswa.

(Iwan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini