Perekrutan PPS Di Sejumlah Wilayah Korwil Satu Diduga Penuh Rekayasa

0
350

Newshunter307.com, Lebak – Perekrutan Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang dilaksanakan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang berada diwilayah korwil satu seperti Rangkasbitung, Cibadak dan daerah lainnya diduga penuh rekayasa.

Tubagus Muhamad Tri Aprilyandi salah satu peserta PPS di Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak menduga adanya rekayasa dalam penerimaan PPS diwilayahnya.

“Saya menduga penerimaan PPS ini sudah distel, proses penilaian wawancara pun kita tidak tau, berbeda saat melakukan tes CAT kita tau nilainya berapa sedangkan diwawancara penilainya terlalu subjektif tidak objektif,” ungkap Tubagus Tri Aprilyandi Minggu (22/01/2023).

Tubagus yang merupakan Kabid Eksternal HMI MPO Lebak menganggap penilaian wawancara terlalu subjektif, karena hanya orang-orang yang memiliki rekomendasi saja yang bisa lolos menjadi pps, ia pun sangat menyayangkan keputusan PPK ataupun KPU Lebak tanpa mempertimbangkan skor yang diperoleh saat tes CAT.

“Penilaian wawancara bagi saya pribadi terlalu subjektif, karena hanya orang-orang yang memiliki kedekatan dengan PPK saja yang bisa lolos, memiliki skor yang tinggi saat CAT sangat tidak berpengaruh ketika sudah masuk kedalam tahapan wawancara,” ucap Tubagus.

Beliau pun mengungkapkan memiliki rekaman suara dari salah satu anggota PPK bahwa hasil pleno tersebut merupakan orang-orang titipan dari KPU.

“Kami memiliki rekaman suara dari salah satu anggota PPK yang menyebutkan bahwa orang-orang yang masuk kedalam PPS merupakan titipan dari KPU Lebak.

Tentu kalau memang itu benar adanya secara tidak langsung Tim KPU Lebak telah melakukan tindakan nepotisme,” ungkap Tubagus kepada awak media.

Tubagus pun menambahkan, ia sangat menyayangkan orang yang lolos diwilayahnya bukanlah asli daerah tersebut melainkan orang-orang yang berdomisili.

Padahal dalam penilaiannya ada tanggapan masyarakat yang masuk kedalam kategori penilaian wawancara, logikanya kalau memang itu dilakukan banyak masyarakat yang tidak mengenal orang-orang yang hanya berdomisili apalagi baru setahun dua tahun tetapi mereka bisa lolos menjadi pps.

“Dalam penilaian wawancara ada tanggapan masyarakat yang bisa menjadi nilai tambah untuk lolos menjadi anggota PPS, logikanya ketika orang-orang yang hanya berdomisili itu lolos sedangkan putra asli daerahnya tidak lolos tentu ini sangat mengganjilkan.

Bagaimana masyarakat bisa memberikan tanggapan yang positif sedangkan mereka baru berdomisili Diwilayah tersebut,” tutupnya.

(M. K1/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini